Sudah Berlalu dan Lihatlah Masa Depan
(Wajah Pendidikan Indonesia Saat ini)
Disuatu ketika
pemuda sedang duduk-duduk bersama teman sebayanya, berasal dari keluarga biasa,
memiliki kemauan dan pemikiran ideology, mahasiswa berumur 19 tahun yang sudah menginjak
menuju kedewasaannya, berbagai pengalaman telah dimilikinya, hanya saja masih
kurang untuk memahami arti sebuah cinta dan arti sebuah hidup dalam bidang
bisnis yang ingin dikonsentrasikannya.
Bercerita mengenai pengalaman semua orang memiliki pengalaman dan
kesalahan dalam hidupnya hanya saja bagaimana cara kita mengartikan dan
memaknainya dengan baik-baik dan penuh perjuangan. Sudah terlalu lama jika saya
menceritakannya lebih baik menguraikannya dalam bentuk sebuah cerita. Rasanya
menjadi mahasiswa bisnis menjadi kebanggaan untuk saya sendiri karena bisnis
adalah strategi tulang bawang, iya benar ,terkadang kita dapat meraih suatu
keuntungan, terkadang juga mengalami sebuah risiko dalam menjalankannya,
bagaimana kita menjalankannya, nikmati dan syukuri akan menjadi jalan untuk
seseorang dapat mencapai sebuah keinginannya. Banyak cara untuk meraih
kesuksesan, ada cara cepat dan juga cara lambat, itu semua adalah proses. Cara
cepat adalah cara praktis dengan mengandalkan spontanitas dan ilmu kreatifitas
tertentu, cara lambat adalah cara efisien dengan kesabaran dan kepastian untuk
sesuatu.
Saya berada
didunia ini adalah untuk mencoba segala sesuatu, namun mencoba untuk suatu hal
positif, bisa saja mencoba suatu hal negative, namun jangan terlalu berlarut,
lebih baik cepat dalam mengambil suatu keputusan, ini hanya opini saya.
Imajinasi adalah hal kekuatan yang bisa saya gunakan dengan bantuan-bantuan
yang diberi olehNya. Bumi berputar pada porosnya selama 24 jam atau sehari
sedangkan bumi berevolusi salama 1 tahun atau 365 hari. Zaman kini sudah modern
kenapa saya katakana seperti itu, karena zaman kini informasi dengan cepat bisa
diterima oleh siapa saja, jaringan internet banyak digunakkan oleh semua orang,
namun ada juga memilihnya tidak begitu berlebihan dan tahu akan batas
pengunaannya. Globalisasi adalah ruang dan waktu. Keluasan globalisasi ini
menjadikan orang-orang saling menunjukkan profesionalitas yang dimiliki seseorang. Dulu saya punya
seorang wanita tapi tak perlu menceritakan karena bagi saya itu adalah
pengalaman. Seseorang proesionalitas haruslah melihat kedepan bukan lagi
melihat kebelakang hanya perlu dijadikkan suatu pengalaman. Cari yang lain saja
itu dalam hati saya saat ini.
Ranando : "kuliah jurusan bisnis adalah kuliah yang terbaik menurut gua".
Tiko : "ah enggak juga, gua jurusan teknik minyak pasti
nanti banyak yang mau nerima kerjaan gua".
Ranando : "yaa kalo jurusan bisnis kan lu bisa ngebuka
lapangan pekerjaan sendiri tanpa harus lu milih kerjaan yang gak jelas itu,
biasanya bilang nanti dipanggil lagi tapi kadanga ada yang bener dipanggil, ada
juga yang gak dipangil-panggil. Yang paling penting lu punya modal usaha yang
bisa lu tekunin".
Tiko : "yaudah lah nan gua focus ke jurusan gua dulu
kalo gua udah lulus nanti baru gua buka usaha yang bisa gua tekunin. gua cari
kerja aja kali yaa".
Ranando : "haha terserah lu tiko, yang penting gua udah
ambil jurusan bisnis, dimana bisa cari kerja dan bisa buka lapangan kerja, kalo
menurut lu bisnis sekarang yang paling menguntungkan apa yaa?".
Tiko : kalo menurut gua bisnis kuliner coy, soalnya
bisnis ini banyak di tepi-tepi Jakarta ini, sampe-sampe anak presiden lu tau
gak? Itu dia anaknya juga buka bisnis kuliner, kalo gak salah martabak apa lah
itu".
Ranando : "iya juga bisnis kuliner banyak juga yaa, tapi
jangan martabak juga coy, bisnis apa yaa yang bisa bikin duit ngalir terus tapi
kita santai-santai aja gitu".
Tiko : "hahaha, mana ada bisnis yang bisa diam-diam
bae, lu ngopi aja sambil duduk-duduk coy".
Ranando : "yaah tahu, ahaha, lu tau bukalapak, lazada?
Itu bisnis dimana orangnya diem-diem bae tapi duit ngalir terus coy, modal
duit, teknologi, dan jaringan teman atau relasi dahh"
Tiko : "iya coy emang duit yang paling utama dah, kalo
menurut gua itu juga dia kan bikin event kaya hadiah atau bonus juga buat
pelanggan supaya dia mempertahankan perusahaannya coy, dia juga pasti jalan
buat kerja gak mungkin dia diem-diem aja".
Ranando : "iyaa sii coyy, kuncinya itu bisnis keyakinan
dan kesabaran yaa coyy?".
Tiko : "yoihhh coy".
Akhirnya mereka
fokus dalam menjalankan jurusan yang sudah dipilihnya dan menekuni dengan
sungguh-sungguh.
Di Indonesia,
seseorang memiliki kewajiban dalam menjalani pendidikan selama 12 tahun.
Kemudian siapa saja yang mampu maka bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan,
saat ini pendidikan Indonesia sudah terpaku oleh system teknologi, dimana
biasanya hasil belajar dengan hasil raport namun saat ini sudah bisa
menggunakan yang namannya e-raport yang bisa dilihat melalui jaringan internet.
Maka menurut saya pendidikan bisa dilihat dari segi mana saja. Pendidikan
kewirausahaa, teknologi informasi, teknik sipil, akuntansi, arsitektur,
komunikasi, dan lain-lain. Perlunya motivasi-motivasi mahasiswa dalam menjalani
tantangan yang semakin besar. Perlunya rasa keingintahuan dan rasa keyakinan
dari masing-masing setiap orang. Maka intinya adalah dari cerpen ini
menceritakan seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan maka akan bisa membantu
dan membela pendidikan di Indonesia karena dengan adanya jiwa muda
berwirausahaa maka perekonomian di Indonesia bisa lebih berkembang dan luas
agar bisa dikenal oleh dunia.
0 komentar:
Posting Komentar