Membangun Indonesia Dalam Kesatuan Dengan Kepemimpinan Dan Kemerdekaan Nasional Melawan Isu hoax Untuk Indonesia 2024
Membangun Indonesia Dalam Kesatuan Dengan
Kepemimpinan Dan Kemerdekaan Nasional Melawan Isu hoax Untuk Indonesia 2024
Membangun adalah salah satu kunci keberhasilan dari suatu
negara untuk mencapai kesatuan dan kepemimpinan yang mandiri. Hoax adalah informasi
yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini
tidak sama dengan rumor, ilmu semu, maupun April Mop.
Menurut KBBI, Hoax
mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber. Menurut Silverman
(2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja
disesatkan, tetapi “dijual” sebagai kebenaran. Menurut Werme (2016),
mendefiniskan Fake news sebagai
berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja menyesatkan orang dan
memiliki agenda politik tertentu. Hoax bukan sekadar misleading alias
menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual,
tetapi disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta.
Beberapa hoax adanya pro dan kontra dalam suatu sudut
pandang pendapat orang lain. Bisa saja Hoax bersifat mendukung apabila konten
untuk lucu-lucuan yang bisa dinikmati pembaca, namun memang lebih banyak
kekurangan yang ada pada Hoax yang bisa mengakibatkan kerugian untuk
masyarakat. Namun, menurut pendapat saya bisa saja judul Hoax ini lucu apabila
ditafsirkan dalam bentuk cerita Stand Up agar penonton bisa ikut dalam
suatu judul Hoax yang ada pada suatu pementasan. Contohnya, seorang Stand Up Comedian memberikan materi mengenai cerita Comedian “ jadi, saya pernah pergi
jalan-jalan ke sumatera barat menggunakan mobil”, untuk pergi bersama keluarga,
diperjalanan saya mendengar suara keras seperti orang menabrak dijalanan,
“duarr”, bunyilah suaranya, saya terkejut, ketika saya terbangun di mobil tidak
taunya saya hanya mimpi. Hahaha itulah sedikit cerita Hoax yang dikategorikan
menjadi Stand Up atau Cerita Anekdot.
Ketika berbicara Hoax banyak sumber yang biasa kita
dapatkan entah itu dari media cetak, media sosial, media internet dan
sebagainya. Tentunya biasanya masyarakat sudah bisa membedakan mana yang baik
dan tidak baik. Apabila kita sering membaca berita mengenai fakta-fakta maka
kita akan mendapatkan suatu pengalaman yang nyata. Kemudian apabila kita sering
membaca informasi hoax kemudian kita akan mendapatkan pengalaman yang bersifat Hoax.
Sebagai pembuat berita kita meskinya membuat suatu berita
yang sesuai dengan kronologis kejadian. Karena biasanya setiap karyawan
reporter atau wartawan memiliki tanggung jawab dan hak dalam setiap team yang
dibuat menjadi suatu narasi berita.
Biasanya kompetensi wartawan tidak lain adalah melatih kecakapan dalam
berbicara langsung dan membuat berita yang cerdas, tuntas, dan lugas. Berbagai
verifikasi atas izin yang meski dipenuhi untuk dapat disebarkan menjadi berita
yang valid.
Hoax bisa bersumber dalam bentuk visual seperti gambar
meme lucu, iklan, berita update, dan suatu pendapat politik yang mengandung
unsure SARA dan RAS. Bentuk tersebut meskinya suatu hal yang meski dihindari
dan tidak perlu dipahami. Kita hanya perlu mengetahui dan menyaring dengan
mengambil makna apa yang baik dan membuang yang buruk. Hoax bisa saja memunculkan
perkara baru, ketidaksalahpahaman, dan informasi yang tidak jelas. Berdasarkan
data yang saya dapatkan dari google, temuan isu hoax yang mengalami peningkatan
dari Agustus 2018 – Maret 2019.
Agustus 2018 – Maret 2019
(sumber : referensi google.com)
Berdasarkan data yang terus meningkat hal ini tentunya
harus diperhatikan bahwa Hoax terus berada pada konsumsi masyarakat Indonesia. Kita
meski menjaga anak muda agar tidak mengkonsumsi suatu berita yang tidak benar.
Menurut, Jhon Suller Martin (2013) menyebutkan adanya enam hal yang mengubah
perilaku pengguna internet. Yaitu, anda tidak tahu saya (disassosiative
anonymity), anda tidak bisa melihat (invisibility), urusan nanti saja (asynchronicity),
semua ada di kepala, tidak ada orang lain (solipsistic introjections), bukan
dunia nyata, hanya permainan (dissosiative imagination), dan tidak ada otoritas
lebih, semua setara (minimalizing authority).
Pemuda memiliki tiga peran utama dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara saat ini. Pertama, sebagai generasi penerus yang secara
teguh dan konsisten melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. Kedua, sebagai
generasi pengganti untuk menggantikan para generasi tua yang belum mampu
mengemban amanat. Ketiga, sebagai generasi pembaharu yang bersungguh-sungguh
berjuang mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa.
Informasi yang menyebar cepat saat ini dimanfaatkan
pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan berita hoax. Berita Hoax dapat tersebar
cepat karena tingkat penetrasi pengguna internet di Indonesia yang tinggi,
mencapai 132 juta pengguna pada 2016 menurut data dari APJII (Asosiasi
Penyelengara Jasa Internet Indonesia). Budaya orang Indonesia yang bangga
ketika mereka dapat menyebarkan berita pertama kali, baik itu berita benar atau
tidak, juga menjadi salah satu sebabnya.
Saat ini berita Hoax sudah dibuat sedemikian rupa
menyerupai berita asli, dilengkapi dengan data-data yang seolah-olah itu adalah
fakta. Kemunculan berita Hoax ini disebabkan ada pihak-pihak ingin membuat
situasi menjadi kacau dan mengambil keuntungan dari sana.
Pemerintah sudah harus mulai serius menangani penyebaran
berita hoax ini. Revisi UU ITE yang baru saja berlaku sebenarnya dapat menjadi
landasan hukum untuk menjerat tidak hanya pembuat berita Hoax, tetapi juga
mereka yang menyebarkannya. Namun ancaman pidana ini kurang efisien karena
penyebaran berita Hoax sudah sangat masif dan dilakukan hampir oleh
seluruh masyarakat pengguna internet.
Media penyebaran berita Hoax dilakukan melalui
portal-portal berita dan media sosial. Portal berita memproduksi konten Hoax
dengan beberapa tujuan, antara lain yang paling sering ditemui adalah alasan
politik sekaligus ekonomi. Beberapa portal yang ditengarai memproduksi konten
berbau Hoax punya alasan kuat secara politik untuk mengkritik pemerintah.
Begitu pula sebaliknya, ada situs yang sengaja
memproduksi konten untuk menyerang oposisi. Keduanya mempunyai pembaca loyal
masing-masing. Ini sekaligus membuat portal berita banyak diakses dan
menghasilkan keuntungan materiil.
Media sosial, yang banyak dipakai untuk menyebarkannya
adalah Facebook dan Twitter. Berita, grafis, dan video hoax disebarkan secara
sistematis dan masif lewat akun-akun media sosial.
Selain media sosial, WhatsApp sering kali juga digunakan
sebagai media penyebaran. WhatsApp relatif lebih sulit untuk dipantau karena
sifatnya tertutup. Penyebaran lewat WhatsApp ini sangat efektif dan cepat
karena modal sosial budaya masyarakat yang gemar berbagi cerita. Lantas,
Bagimana Solusi Melawan Hoax?
Menurut pendapat saya solusi yang meski dilakukan
pemerintah adalah Pertama, pemerintah mengambil peran sebagai penengah dalam
waktu sesegera mungkin, dalam hal ini sebagai verifikator, baik lewat akun
resmi pemerintah maupun akun yang bisa diajak bekerja sama. Setiap berita Hoax
dan palsu yang menyerang kebijakan sebuah instansi, tidak lagi memerlukan waktu
lama untuk diklarifikasi. Klarifikasi tidak hanya dalam bentuk teks,
tetapi juga dalam bentuk grafis maupun video yang diproduksi dalam waktu
singkat dan di distribusikan lewat jalur tradisional maupun media sosial atau
situs resmi. Seperti situs bps.go.id.
Kedua, pemerintah melakukan pendekatan terhadap akun-akun
berpengaruh, memberikan pengertian sejauh mana bahaya isu-isu liar
yang berkembang di media sosial. Media sosial bekerja sebagai penggiring opini,
sehingga akun-akun berpengaruh mempunyai peran besar. Akun-akun berpengaruh ini
bisa dalam bentuk akun personal asli maupun akun kelompok. Seperti situs
Kataindonesia.com.
Ketiga, bekerja sama dengan Google untuk menghapus konten Hoax dari mesin pencari mereka. Dengan kondisi Google bermasalah pajak,
seharusnya pemerintah bisa melakukan proses lobi dengan posisi lebih kuat.
Apalagi banyak web dan blog penyebar konten Hoax memakai platform berbasis blogspot
atau blogger milik Google
Keempat, pemerintah membuat satu situs atau aplikasi
resmi yang bisa menjelaskan pada masyarakat mana saja situs yang berbahaya
untuk dibuka, karena kontennya yang Hoax, atau berita-berita apa saja yang
ternyata tidak benar. Ini menjadi rujukan utama bagi masyarakat.
Terakhir, melibatkan masyarakat umum secara langsung
dengan membuat suatu komunitas yang bertujuan untuk memerangi Hoax karena
peran serta masyarakat juga dibutuhkan bagi pemerintah dalam persoalan ini.
Komunitas ini dapat membantu pemerintah dengan cara melaporkan berita-berita Hoax
yang beredar dan menyampaikan kebenaran atas suatu berita Hoax.
Oleh karena itu, tetaplah bijak ketika menggunakan
internet. Jangan mudah percaya terhadap semua berita atau kabar yang dibaca.
Periksa kembali kebenaran suatu berita dengan membandingkannya dari sumber
lain, dan jangan sebarkan ulang apabila dirasa berita itu tidak benar.
Tetap tegas kepada diri sendiri jangan mudah terpengaruh
kepada berita-berita yang tidak diketahui kejelasannya. Meski adanya suatu
bukti nyata yang menunjukkan kalau akun tersebut adalah benar dan memiliki
tujuan jelas, dengan alamat perusahaan yang jelas dan pengirim/penerima yang
jelas. Indonesia memiliki jumlah millennial dengan bonus demografi yang lebih,
untuk itu generasi penerus haruslah pandai dan cerdas dalam mencermati
informasi dengan penuh hati-hati dan lebih banyak sabar dalam menyusun suatu
strategi untuk informasi yang jelas dan benar. Biasanya informasi benar
memiliki ciri khas yang memiliki alamat web yang jelas, alamat kantor yang
jelas, informasi yang tepat dan akurat. Semoga Indonesia akan isu Hoax bisa
lebih berkurang dan komunikasi jaringan internet semakin terbuka dengan
infomasi yang benar dan akurat.
(Penulis : Fhrengki
Fernando - 8/17/2019)
0 komentar:
Posting Komentar